Persib Resmi Lepas Dimas Drajad, Ini Alasan Meski Kontrak Belum Habis

Persib Resmi Lepas Dimas Drajad, Ini Alasan Meski Kontrak Belum Habis

Jawara Berita – Persib Resmi Lepas Dimas Drajad menjadi salah satu kabar yang cukup menyita perhatian menjelang bergulirnya Super League 2026-2027. Keputusan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan karena kontrak sang penyerang sejatinya masih menyisakan satu musim lagi. Namun, setelah melalui evaluasi menyeluruh, Persib Bandung memilih mengakhiri kerja sama lebih cepat demi menyesuaikan arah pembangunan skuad. Langkah ini menunjukkan bahwa perencanaan teknis kini menjadi prioritas utama dibanding mempertahankan pemain hanya karena masih terikat kontrak.

Baca Juga: Ragnar Oratmangoen Resmi Bergabung pada Tahap Kedua TC Timnas Indonesia

Persib Resmi Mengumumkan Perpisahan dengan Dimas Drajad

Persib Bandung secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Dimas Drajad pada pertengahan Juli 2026. Sebelum pengumuman tersebut disampaikan klub, Dimas lebih dahulu berpamitan kepada Bobotoh melalui akun media sosial pribadinya. Oleh karena itu, banyak pendukung sudah memperkirakan bahwa perpisahan hanya tinggal menunggu konfirmasi resmi dari manajemen. Pengumuman tersebut akhirnya menjawab berbagai spekulasi sekaligus menandai berakhirnya perjalanan penyerang asal Gresik bersama Maung Bandung. Meskipun kontraknya belum selesai sepenuhnya, kedua belah pihak memilih mengakhiri kerja sama secara profesional sehingga Dimas dapat melanjutkan karier bersama klub lain yang telah menebus sisa kontraknya.

Evaluasi Tim Pelatih Menjadi Faktor Penentu

Di balik keputusan tersebut, Persib menegaskan bahwa alasan utama bukan berkaitan dengan persoalan di luar lapangan. Sebaliknya, keputusan diambil berdasarkan hasil evaluasi teknis yang dilakukan bersama tim pelatih. Pelatih kepala Igor Tolic diketahui telah menyusun komposisi pemain untuk menghadapi musim baru. Dalam proses itu, nama Dimas tidak lagi masuk ke dalam rencana utama tim. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil diskusi yang matang antara manajemen dan jajaran pelatih. Dengan demikian, langkah melepas Dimas merupakan bagian dari strategi pembentukan skuad yang lebih sesuai dengan kebutuhan permainan musim mendatang.

Kontrak Belum Habis, Tetapi Ada Kesepakatan Baru

Salah satu hal yang menarik perhatian publik adalah status kontrak Dimas yang sebenarnya masih berlaku. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak menghalangi proses transfer karena terdapat klub lain yang bersedia menebus sisa kontraknya. Dalam dunia sepak bola profesional, situasi seperti ini bukanlah hal yang jarang terjadi. Sebaliknya, mekanisme tersebut justru memberikan keuntungan bagi semua pihak. Persib memperoleh solusi sesuai kebutuhan tim, sementara pemain memiliki kesempatan mencari tantangan baru. Selain itu, proses ini juga memperlihatkan bahwa hubungan antara klub dan pemain tetap berlangsung secara baik tanpa adanya konflik yang mencuat ke publik.

Cedera Membuat Performa Sulit Berkembang

Ketika pertama kali bergabung dari Persikabo 1973 pada awal musim Liga 1 2024-2025, Dimas Drajad sebenarnya datang dengan ekspektasi tinggi. Ia sempat menjadi pilihan utama di lini depan Persib dan menunjukkan kontribusi positif pada sejumlah pertandingan awal. Namun, situasi berubah ketika dirinya mengalami cedera robek ligamen engkel. Cedera tersebut membuatnya harus menepi dalam waktu yang cukup lama sehingga kehilangan momentum terbaiknya. Bagi seorang penyerang, ritme bermain sangat menentukan kualitas penampilan. Karena itu, proses pemulihan yang panjang turut memengaruhi persaingan memperebutkan posisi utama di dalam skuad Persib.

Statistik Dimas Bersama Persib Masih Memberikan Kontribusi

Walaupun tidak tampil secara konsisten akibat cedera, Dimas tetap memberikan kontribusi selama mengenakan seragam Persib. Pada Liga 1 musim 2024-2025, ia mencatatkan 14 penampilan dengan koleksi dua gol dan dua assist. Selain itu, dirinya juga bermain tiga kali di AFC Champions League Two 2024-2025 dan menyumbangkan satu assist. Memang, angka tersebut belum mencerminkan potensi terbaik yang dimilikinya. Meski demikian, statistik tidak selalu mampu menggambarkan seluruh peran seorang pemain. Dalam beberapa pertandingan, Dimas tetap mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya sehingga memberikan dimensi berbeda pada serangan Persib.

Baca Juga: Pedro Porro Jadi Pahlawan Spanyol saat Singkirkan Prancis ke Final Piala Dunia 2026

Masa Peminjaman di Malut United Belum Sesuai Harapan

Memasuki musim berikutnya, Persib memutuskan meminjamkan Dimas ke Malut United agar ia memperoleh kesempatan bermain lebih banyak. Sayangnya, harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud. Selama masa peminjaman, Dimas hanya tampil dalam 12 pertandingan dengan total waktu bermain sekitar 171 menit. Jumlah tersebut tentu belum cukup bagi seorang penyerang untuk mengembalikan performa terbaiknya. Akibatnya, peluang untuk kembali masuk dalam proyeksi utama Persib semakin mengecil. Kondisi inilah yang kemudian menjadi salah satu bahan evaluasi sebelum klub menentukan langkah berikutnya menjelang kompetisi baru.

Persib Fokus Membangun Skuad untuk Super League 2026-2027

Keputusan melepas Dimas juga mencerminkan arah baru yang sedang dibangun Persib. Setiap pergantian pelatih biasanya diikuti dengan penyesuaian karakter permainan dan kebutuhan pemain. Oleh sebab itu, perubahan komposisi skuad merupakan proses yang wajar dalam sepak bola modern. Persib tampaknya ingin menghadirkan tim yang benar-benar sesuai dengan filosofi Igor Tolic. Pendekatan seperti ini juga menunjukkan bahwa klub lebih mengutamakan keseimbangan taktik dibanding mempertahankan pemain berdasarkan nama besar semata. Dengan strategi tersebut, Persib berharap mampu tetap bersaing di papan atas sekaligus tampil kompetitif sepanjang musim.

Perpisahan yang Profesional Membuka Babak Baru Karier Dimas

Pada akhirnya, perpisahan antara Persib dan Dimas Drajad berlangsung dalam suasana yang positif. Manajemen tetap memberikan apresiasi atas dedikasi sang pemain selama membantu klub, termasuk ketika Persib berhasil meraih gelar Liga 1 musim 2024-2025. Sementara itu, Dimas kini memiliki kesempatan membuka lembaran baru bersama klub berikutnya. Dari sudut pandang profesional, keputusan ini dapat menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak. Persib memperoleh ruang untuk menyusun skuad sesuai kebutuhan, sedangkan Dimas memiliki peluang membangun kembali performanya melalui menit bermain yang lebih banyak. Dengan demikian, perpisahan ini bukan sekadar akhir sebuah kerja sama, melainkan awal perjalanan baru yang berpotensi memberikan manfaat bagi semua pihak.