Baznas Perkuat Layanan Muktamar NU ke-35, dari Kesehatan hingga Beasiswa Santri

Baznas Perkuat Layanan Muktamar NU ke-35, dari Kesehatan hingga Beasiswa Santri

Jawara Berita – Baznas RI memperkuat dukungannya dalam penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang, Jawa Timur. Dukungan tersebut tidak hanya berfokus pada satu kebutuhan. Layanan konsumsi, kesehatan, kebersihan, hingga pendidikan disiapkan selama rangkaian kegiatan. Program berlangsung di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Dalam pelaksanaannya, Baznas RI bersinergi dengan Baznas Provinsi Jawa Timur dan Baznas Kabupaten Jombang. Kolaborasi ini diarahkan agar manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh peserta dan masyarakat sekitar. Selain menyediakan kebutuhan selama Muktamar, program yang dibawa juga memiliki unsur pemberdayaan. Mustahik dilibatkan dalam penyediaan konsumsi, sedangkan santri mendapat peluang melalui program beasiswa. Pendekatan tersebut menarik karena zakat tidak hanya hadir sebagai bantuan sesaat. Sebaliknya, sebagian manfaatnya diarahkan untuk membuka kesempatan yang lebih panjang bagi penerima.

Baca Juga: Tawuran Berdarah di Cibinong, 3 Orang Diamankan dan 7 Sajam Disita

Sebanyak 15.000 Paket ZChicken Disiapkan untuk Peserta

Kebutuhan konsumsi menjadi salah satu perhatian selama kegiatan dengan jumlah peserta besar. Karena itu, Baznas menyediakan 15.000 paket ZChicken melalui Program Bank Makanan. Paket tersebut disiapkan di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Namun, program ini tidak sekadar membagikan makanan kepada peserta. Mustahik binaan Program ZChicken ikut terlibat dalam proses produksi dan distribusi. Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menjelaskan bahwa penerima manfaat didorong untuk mengambil peran produktif. Menurutnya, mustahik tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan. Mereka juga perlu mendapat kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi. Pola seperti ini memberi nilai tambahan pada program konsumsi. Di satu sisi, kebutuhan peserta Muktamar dapat terbantu. Di sisi lain, mustahik memperoleh ruang untuk menjalankan aktivitas produktif. Dengan demikian, manfaat program dapat bergerak ke lebih dari satu kelompok.

Enam Titik Kesehatan Disiagakan di Sekitar Lokasi

Selain konsumsi, aspek kesehatan mendapat perhatian besar selama Muktamar berlangsung. Melalui Rumah Sehat Baznas, enam titik layanan kesehatan disiapkan di sekitar Gerbang Makam KH Wahab Hasbullah. Fasilitas tersebut didukung oleh tenaga medis yang bersiaga membantu peserta. Selain itu, empat ambulans dan satu mobil klinik turut disiapkan. Sebanyak 3.200 paket minyak angin aromaterapi dan vitamin juga tersedia sebagai bagian dari pelayanan. Kehadiran fasilitas medis cukup penting dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang. Aktivitas panjang, kepadatan peserta, dan kondisi fisik yang berbeda dapat meningkatkan kebutuhan terhadap pertolongan kesehatan. Oleh sebab itu, posisi layanan yang dekat dengan lokasi acara membantu mempercepat respons. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan awal tidak harus pergi jauh. Menurut saya, kesiapan medis seperti ini merupakan bagian mendasar dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar.

Posko 24 Jam Memberi Ruang Istirahat bagi Peserta

Rangkaian Muktamar dapat membuat peserta mengikuti berbagai kegiatan selama berjam-jam. Untuk itu, Baznas turut menyediakan posko ngopi yang beroperasi selama 24 jam. Posko tersebut dapat digunakan sebagai tempat singgah dan beristirahat di sela kegiatan. Fasilitas ini memang terlihat sederhana dibandingkan ambulans atau mobil klinik. Namun, keberadaannya memiliki fungsi praktis bagi peserta. Tempat istirahat yang mudah dijangkau dapat membantu mereka memulihkan energi sebelum mengikuti agenda berikutnya. Selain itu, posko menjadi pelengkap dari layanan lain yang telah disiapkan. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan dalam sebuah acara besar tidak harus selalu berbentuk fasilitas kompleks. Kebutuhan sederhana juga penting apabila benar-benar dibutuhkan di lapangan. Karena itu, kombinasi layanan kesehatan dan ruang istirahat dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih nyaman bagi peserta selama mengikuti rangkaian Muktamar.

Dua Ratus Relawan Dilibatkan dalam Pengelolaan Sampah

Kehadiran ribuan orang tentu membawa tantangan dalam menjaga kebersihan kawasan. Oleh sebab itu, Baznas juga menjalankan layanan pengelolaan sampah di area Muktamar. Program tersebut mencakup edukasi kebersihan, pemilahan, pengumpulan, hingga pengelolaan sampah. Sebanyak 200 relawan IPNU dan mustahik dilibatkan untuk mendukung kegiatan ini. Jumlah relawan yang cukup besar menunjukkan bahwa kebersihan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan acara. Terlebih, kawasan pesantren tetap digunakan untuk aktivitas masyarakat setelah Muktamar selesai. Karena itu, sampah perlu ditangani sejak awal dan bukan setelah menumpuk. Edukasi kepada peserta juga memiliki peran penting. Pengelolaan sampah akan lebih efektif ketika masyarakat ikut memilah dan membuangnya di tempat yang tepat. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan besar dapat berlangsung tanpa mengabaikan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Beasiswa Santri Baznas 2026 Didorong Perluas Akses Pendidikan

Dukungan yang diberikan tidak berhenti pada kebutuhan selama Muktamar. Baznas juga membawa agenda jangka panjang melalui Program Beasiswa Santri Baznas 2026. Program tersebut dijadwalkan diluncurkan di Pondok Pesantren Alwahabiyah, Jombang. Beasiswa ditujukan untuk membantu keberlanjutan pendidikan dan pengembangan potensi santri dari berbagai daerah Indonesia. Sodik menilai pendidikan menjadi salah satu jalur penting untuk memperluas manfaat zakat. Melalui dukungan tersebut, santri diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan. Program seperti ini memiliki karakter berbeda dibandingkan bantuan konsumsi. Dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, pendidikan dapat memberikan manfaat dalam jangka lebih panjang. Santri yang memperoleh kesempatan belajar juga berpotensi mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi kepada lingkungan mereka. Karena itu, beasiswa dapat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan zakat yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia.

Baca Juga: Pengasuh Batam Cekik Balita hingga Tewas, Sempat Bohong Korban Tenggelam

Mustahik Tidak Hanya Menjadi Penerima Manfaat

Salah satu hal menarik dari rangkaian program ini adalah keterlibatan mustahik secara langsung. Mereka tidak hanya menerima manfaat, tetapi ikut menjalankan beberapa kegiatan. Contohnya terlihat melalui produksi dan distribusi ZChicken. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan bagi mustahik untuk mengambil peran ekonomi. Di sisi lain, keterlibatan mereka dalam pengelolaan sampah juga membuka ruang partisipasi sosial. Menurut saya, model seperti ini dapat membuat program zakat memiliki dampak yang lebih luas. Bantuan langsung tetap penting untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Namun, pemberdayaan dapat membantu penerima membangun kemampuan secara bertahap. Tentunya, keberhasilan model tersebut tetap membutuhkan pendampingan dan evaluasi. Program produktif tidak cukup hanya dijalankan satu kali. Keberlanjutan menjadi faktor penting agar manfaatnya benar-benar terasa. Dengan begitu, zakat dapat bergerak dari bantuan jangka pendek menuju penguatan kemandirian penerima.

Kolaborasi Menjadi Kunci Memperluas Manfaat Zakat

Program selama Muktamar juga memperlihatkan pentingnya kerja sama antarlembaga. Baznas RI tidak menjalankan seluruh pelayanan sendirian. Baznas Provinsi Jawa Timur dan Baznas Kabupaten Jombang ikut terlibat dalam pelaksanaannya. Selain itu, relawan dan unsur masyarakat mengambil peran di lapangan. Menurut Sodik, Baznas terbuka untuk bersinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam. Selama kegiatan memberikan manfaat bagi masyarakat, kolaborasi dapat terus dikembangkan. Pendekatan tersebut cukup relevan karena persoalan sosial memiliki karakter yang kompleks. Satu lembaga mungkin memiliki pendanaan, sementara pihak lain mempunyai jaringan yang lebih dekat dengan masyarakat. Ketika kekuatan tersebut dipadukan, pelayanan dapat menjangkau lebih banyak orang. Muktamar NU ke-35 menjadi ruang untuk memperlihatkan bentuk kolaborasi tersebut melalui program yang nyata dan mudah dirasakan.

Muktamar NU Menjadi Ruang Pelayanan dan Pemberdayaan

Kehadiran Baznas di Muktamar NU ke-35 menunjukkan bahwa sebuah kegiatan besar dapat menjadi ruang pelayanan sosial sekaligus pemberdayaan. Ada bantuan yang manfaatnya dapat dirasakan segera, seperti makanan dan layanan kesehatan. Sementara itu, pengelolaan sampah membantu menjaga lingkungan selama kegiatan berlangsung. Program beasiswa membawa dampak yang berbeda karena diarahkan untuk perjalanan pendidikan santri. Kombinasi tersebut membuat dukungan yang diberikan memiliki jangkauan cukup luas. Meski demikian, manfaat jangka panjang tetap bergantung pada keberlanjutan program setelah Muktamar berakhir. Inilah aspek yang penting untuk diperhatikan. Program sosial akan memiliki nilai lebih besar ketika penerima mendapat pendampingan secara konsisten. Jika pendekatan tersebut terus dijaga, zakat tidak hanya membantu masyarakat menghadapi kebutuhan hari ini. Zakat juga dapat menjadi instrumen untuk memperluas kesempatan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.